Wisata Sejarah Benteng Vredeburg Jogja

Benteng Vredeburg adalah salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda di Yogyakarta, benteng ini sangat terkenal di Jogja karena memiliki nilai sejarah yang cukup panjang dan masih bertahan sampai sekarang. Vredeburgfort sekarang menjadi museum, di mana berbagai karya seni, patung, bangunan, dan berbagai jenis senjata dari zaman Belanda dapat dilihat. Kisah itu menceritakan bahwa benteng itu dibangun oleh Belanda dengan persetujuan Sri Sultan Hamengkubuono I pada tahun 1765, tanahnya berada di tangan pemerintah Istana Sultan, tetapi kepemilikan benteng dikuasai oleh Belanda.

Dan Belanda dengan taktik licik mereka pada waktu itu dengan mudah menunjukkan pergerakan aktivitas Keraton dari benteng ini, dan setelah perpecahan antara kedua pihak pecah, benteng menjadi pertahanan Belanda dengan parit kecil yang dibangun di sekitar seluruh luar Vredeburg. Pertama, benteng ini disebut Rustenburg, yang dapat diartikan sebagai (Rustfort). Benteng Vredeburg berada di Jl. Jend. A. Yani 6 atau sisi selatan JL. Malioboro, lokasinya juga sangat dekat dengan Titik Nol (nol kilometer dari Kota Jogja).

Secara tradisional bangunan ini dicatat dari hari pertama hingga hari terakhir, mengubah fungsinya, yaitu pada tahun 1760 – 1830 berfungsi sebagai benteng pada tahun 1830-1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda ke Jepang, dan kemudian pada 1945 – 1977 sebagai markas militer Republik Indonesia. Di dalam Fort Museum terdapat berbagai bangunan administrasi di gedung-gedung Belanda dengan dinding putih tebal dan banyak menara pendukung. Ketika benteng menyaksikan perjuangan rakyat Yogyakarta untuk memenangkan kemerdekaan Indonesia, sekarang diketahui bahwa Benteng Vredeburg adalah ikon dari Museum Perjuangan Perjuangan Khusus Nasional Yogyakarta dan tur pendidikan yang dikombinasikan dengan rempah-rempah bersejarah.

Vredeburgfort sendiri memiliki bentuk persegi dengan menara pengawal di kedua ujungnya dan berdiri di atas lahan seluas 2.100 meter, yang membuat benteng ini hebat ketika Anda memasukinya, suasana di benteng ini diatur sehingga pengunjung tertarik, berdiri di halaman dalam benteng juga patung yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda.